Perkasa.

Advertisements

Mati.

PERJALAN KITA ADALAH MENUJU KEMATIAN.

TANDA-TANDA KEMATIAN “

Baca Dulu Hanya 2 Menit Saja

ALLAH Subhanahu Wata’ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,

Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..

Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut – denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..

Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..

Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..

Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..

Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..

Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..

Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..

Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanALLAH..

Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..

Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu. Amiin Ya Rabbalalamiin 😭
.

.

Datang.

Datang bersembah,
Diberi ruang di bumi bertuah,
Tuan rumah beralah,
“Biarlah,takpa,kita bantulah”

Bila kaya mereka bermegah,
Sikit-sikit mereka sanggah,
Tuan rumah masih beralah

Datang bersembah,
Kita kongsi bersama bumi bertuah,
Kita cuba jadi satu dalam semua masalah,
Kita masih lagi beralah

Mereka tolak sikit-sikit sampai nak rebah,
Kita senyum masih beralah,

Beralah punya beralah,
Sampai kita tak cukup tanah,

Beralah punya beralah,
Sampai jawi masuk tong sampah,

Beralah punya beralah,
Askar pula disuruh kait buah,

Beralah punya beralah,
Warna bendera pula diubah,

Beralah punya beralah,
Setiap hari makin bermasalah,

Beralah punya beralah,
Jangan sampai rumah kita musnah,

Beralah punya beralah,
Sakit hati makin bernanah,

Beralah punya beralah,
Mungkin tetamu bakal halau tuan rumah?

Entah sampai bila nak beralah?
Berkeras dituduh kita punca masalah,
Berlembut kita dipijak sampai ke tanah.

Kredit. Mohd Azharul